02.kurang 1 menit, ruang kerja V ipa, selasa, apa yang kulihat
MONYET
Oleh M.Arsyad Fuadi
Kenapa semangat menulis salah seorang anggota GUNA semakin hari semakin melempem? Dia seperti mengalami hambatan untuk menulis, ia berkata di kelas, menulis itu harus ada suasana yang tepat dan inspirasi yang mendukung, aku sangat berharap padanya ketika ia berkunjung ke Rumah puisi sebagai penggagas berdirinya GUNA, ia tampak bersemangat untuk menulis dan wajahnya begitu berseri, sehari setelah itu ia berujar, “ingekan den untuak nulis tiok hari yo”kepada kawan GUNA laki-laki,tapi kenapa kini ia lesu?
Mungkin karena menulis itu butuh Konsisten,Apalagi untuk penulis pemula yang kadang motivasinya hilang yang menulis harus membutuhkan suasana yang “Amazing”. Disinilah mental berbicara, kita harus mengasah mental kita untuk menulis, apalagi ketika kita diterpa gangguan “jiwa” ini berupa tekanan ataupun perasaan, dan ketika orang terkena gangguan jiwa akan berdampak pada pemikiran dan raganya. Namun orang yang bias bangkit dari gangguan ”jiwa” itulah orang yang paling beruntung itulah orang yang bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.
Jujur saja bukanlah perkara yang mudah untk bangkit dari keterpurukan, namun kita sebagai “khalifah” di muka bumi ini harus berusaha semaksimal mungkin, sebisa kita walaupun “Keterpurukan” itu berat rasanya tapi yakinlah bahwasanya Allah menjamin bahwa hukuman Allah itu adalah hukuman yang manusia pasti menghadapinya.

0 komentar:
Posting Komentar