Belajarlah dari RODA
Oleh : Hanggara
Sekarang aku sedang duduk di gubuk tempat tinggalku,yang berukuran kurang lebih 3x3 meter ini,sambil mendengarkan resonansi jiwa dari alat cangih yang bernama handphone,na mun tiba2 aku di serang oleh sebuah virus,virus yang membuatku ingin menuliskan apa yang telah aku dengar tadi,yaitu virus MAU BATU.
Tadi aku mendengarkan sebuah cerita resonansi jiwa,dari sini aku terilhami untuk memuntahkannya dan dapat pula di makan orang lain (iii,,jorok..hehehe) namun bagiku ini sangat bergizi,cobalah baca ini…
“suatu hari sang Roda sangat kesedihan,ia sangat sedih sekali,karena jari2nya hilang,sudah beberapa hari ia tidak dapat beraktifitas seperti biasanya.namun suatu waktu,si Roda mencoba utk mencari jari2x.di tengah jalan ia melihat semut2 yang menyapanya,bunga2 yang senyum kepadanya,tumbuhan hijau yang ramah menerima kedatangannya.Namun ini semua tidak terlihat sebelum jari2nya hilang,hanya sebuah titik2 hitam kecil yang terlihat olehnya.
Akhirnya ia sadar mungkin karena ia berjalan terlalu kencang ia meninggalkan sesuatu yang indah yang tak ia sangka ada di sekitarnya.Akhirnya,lama kelamaan ia menemukan jari2nya,dan ia pun berjanji tidak akan melaju cepat lagi.”
Dari kisah roda ini kita dapat belajar,bahwa roda berjanji tidak akan melaju kencang lagi,karena ia tidak ingin melaju kencang lagi.begitu juga lah kita selayaknya.Jangan lah kita tergesa gesa,sesungguhnya dalam ketergesaan kita tersebut kita melewat kan sesuatu yang indah yang sebenarnya berada sangat dekat di sisi kita.
“Ei Enji Jiei”

0 komentar:
Posting Komentar