Komunitas GUNA official website | Members area : Register | Sign in
Selamat Datang Di komunitas GUNA aiaketek. Sebuah komunitas bagi mereka yang ingin menjadi penulis andal.Semoga weblog ini bermanfaaat bagi pembaca sekalian.

Kenangan Bersama BAMK

Minggu, 08 Mei 2011

Share this history on :



Oleh :Hamdi Crabo

Siang yang amat cerah ini, inspirasi penulis kembali muncul. Pena biru ini bak pesawat jet yang lari kencang. Ia tak sabar lagi ingin muntah.
            Dikutip dari judul sebuah karya tulis atau lebih tepat disebut artikel, yang ditulis oleh Eka Susanti. Yaitu “ Pergeseran Nilai Budaya Minangkabau dalam Karya Sastra”.
            Yang ingin penulis uraikan dalam tulisan ini hanyalah sebagian dari judul tadi, yaitu “Budaya Minangkabau”.
            Hal ini mengingatkan penulis kepada zaman SD dulu. Yaitu pelajaran Budaya Alam Minangkabau (BAMK). Budaya Alam Minagkabau yang kami pelajari si SD dulu, terasa sangat menarik. Mengapa? Karena yang dibahas dalam pelajaran itu adalah keseharian yang kami jalani setiap hari di ranah minang ini.
            Contohnya, adalah tradisi pernikahan Minangkabau (baralek) yang kami terapkan di kampong, terasa sangat menyatu dengan pelajaran BAMK itu. Karena di dalam pelajaran BAMK kerja kami hanya membahas tradisi-tradisi adata yang memang telah kami terapkan selama ini.
            Jadi, bagi kami pelajaran BAMK merupakan cerminan dari hal-hal atau kebiasaan-kebiasaan yang biasa kami lakukan sehari-hari.
            Bagi kami, Budaya Alam Minangkabau tidak kalah bagusnya dibandingkan budaya-budaya lain di Indonesia ini. Buktinya, bahasa-bahasa minangkabau cukup banyak yang dijadikan bahasa Indonesia. Seperti kata “kumuh” yang semula berasal dari bahasa minang, sekarang telah resmi menjadi bahsa Indonesia dan mungkin masih banyak lagi hal-hal yang demikian yang telah menjadi bahsa nasional Indonesia.
            Memamng sedikit disayangkan di MST Parabek ini diadakan pelajaran BAMK. Namun, dibalik itu tentu ada alasannya mengapa tidak dilakukan oleh segenap petinggi-petinggi MST Parabek ini. Seperti karena tidak sedikitnya santriwan atau santriwati dari luar minang yang belajar di MST Parabek ini. Jadi, tidak mungkin diadakan pelajaran BAMK disini.
            Meski demikian, tentu tidak ada yang dapat disalahkan dalam urusan ini. Karena semua itu telah memiliki alasan tersendiri mengapa demikian terjadi?
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : youremail@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih atas kesediaan anda untuk mengunjungi Komunitas GUNA aiaketek. Sebuah komunitas bagi mereka yang ingin menjadi penulis andal.semoga weblog ini bermanfaaat bagi pembaca sekalin.Jangan lupa berkunjung lagi di lain waktu. Syukran.